Barcelona Kacau Balau, Presiden Josep Maria Bartomeu Terancam Dimakzulkan

Anggota klub yang terdiri dari suporter sudah muak dengan kepemimpinan Bartomeu dan ingin melakukan kudeta.

Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu terancam menghadapi mosi tidak percaya dari anggota klub karena buruknya kinerja manajemen.

Cor Blaugrana, kelompok gabungan dari fans Barca yang menjadi inisiator gerakan pemakzulan sang presiden, mengatakan bahwa mereka sudah muak dengan para petinggi klub dan mendesak adanya perubahan sesegera mungkin.

Setelah mosi diajukan secara resmi, Cor Blaugrana akan memiliki 14 hari kerja untuk mengumpulkan tanda tangan dari 15 persen anggota klub, yang hanya kurang dari 17.000 anggota.

Baca Juga : Pelatih Persib Bandung Robert Alberts Sudah Diperbolehkan Pulang Dari Rumah Sakit

Jika mereka mampu mencapainya, maka mosi tidak percaya akan dimasukkan ke seluruh basis keanggotaan dalam bentuk referendum. Dua pertiga dari 154.000 anggota harus berlawanan suara dengan dewan klub pada tahap kedua agar pemilihan dapat segera dilakukan.

Cor Blaugrana mengakui bahwa dalam kondisi sekarang ini akan sulit untuk melakukan kudeta, namun juru bicara kelompok tersebut mengatakan tidak ada pilihan lain mengingat kondisi klub saat ini.

“Kami tahu kami bekerja melawan sejumlah faktor,” kata Josep Maria Cremades kepada Cadena Ser, Rabu (29/7).

“Kami tahu kami tidak bisa mendapatkan tanda tangan di stadion karena suporter tidak boleh hadir, karena tengah berada di tengah pandemi dan ada pemilihan [presiden] tahun depan.”

Baca Juga : Digosipkan Menuju Manchester United, Jan Vertonghen: Saya Sudah Punya Pilihan

“Tapi kami benar-benar ingin bergerak maju dengan mosi tidak percaya ini. Ini adalah tingkat kemarahan yang kami rasakan sekarang ini. Perbuatan manajemen klub tidak dapat diterima.”

Bartomeu dan jajawan dewannya memang berada dalam sorotan tajam dalam beberapa bulan terakhir. Mereka dituduh menggunakan jasa ‘buzzer’ untuk menyerang kandidat dan mantan presiden, hingga para pemain yang masih aktif sekarang ini di media sosial pada awal tahun ini, meski ada bukti yang mementahkan klaim tersebut.

Pada April lalu, dalam situasi konflik yang dikenal sebagai Barcagate itu, enam anggota dewan klub menyatakan mundur sebagai bentuk protes atas kebijakan klub.

Carut marut tersebut berdampak pada kinerja Barcelona di atas lapangan, dengan mereka terancam menjalani musim tanpa trofi untuk pertama kalinya sejak 2007/08.

Setelah tersingkir dari Copa del Rey dan kalah bersaing di jalur juara La Liga dengan Real Madrid, harapan terakhir mereka saat ini ada pada kampanye Liga Champions.