Demi Piala Dunia U-20, Achmad Jufriyanto Dukung Regulasi Pemain U-20

Duo Bhayangkara menilai regulasi pemain U-20 di Liga 1 musim ini merupakan hal yang layak dicoba.

Liga 1 2020 akan kembali dilanjutkan pada Oktober mendatang, beberapa penyesuaian bakal dilakukan demi kelangsungan kompetisi kasta teratas Indonesia itu.

Salah satu hal yang mendorong PSSI untuk tetap menggelar kompetisi di masa pandemi virus corona adalah status sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20, tahun depan.

Kompetisi dinilai merupakan hal yang penting untuk ditetapkan, karena Indonesia akan menjadi tuan rumah pada event prestis tersebut, termasuk juga demi kepentingan timnas Indonesia U-20.

Baca Juga : Janji Jurgen Klopp Untuk Liverpool

Makanya, asosiasi pelatih Indonesia yang tergabung di dalam APSSI, menyarankan agar regulasi pemain U-20 digunakan pada Liga 1. Hal tersebut demi mendukung kebutuhan timnas nantinya.

Mayoritas klub menyambut baik ususl tersebut, meski belum ada konfirmasi jelas dari PSSI apakah regulasi usia bakal benar-benar diterapkan. Tapi, kalangan pemain senior juga ikut mendukung.

“Saya belum tahu pastinya seperti apa regulasi tersebut. Mungkin ada kaitannya dengan keikutsertaan kita di even Piala Dunia U-20,” ungkap stoper Bhayangkara FC, Achmad Jufriyanto.

“Jadi harapannya, mereka [pemain muda] semua dapat memanfaatkan itu dengan bersaing, dan menunjukan kemampuan terbaik di liga, hingga benar-benar dapat membentuk timnas U-20 dengan pemain terbaik,” imbuhnya.

Baca Juga : AFC Pelajari Penghapusan Degradasi Liga 1 2020

Bhayangkara merupakan salah satu klub yang punya stok pemain muda berlimpah. Mereka juga bisa saja mempromosikan para pemain potensial yang berasal dari tim Elite Pro Academy.

Selain Jufriyanto, pemain sayap The Guardian, Rangga Muslim, juga memuji rencana penerapan pemain U-20 di Liga 1. Menurut Rangga, pemain muda memang membutuhkan jam terbang supaya terasah.

“Saya rasa ini sangat bagus untuk meningkatkan kualitas pemain muda,” tutur pemain yang musim lalu berkostum PSS Sleman tersebut.

Regulasi usia juga pernah diterapkan pada kompetisi Liga 1 2017. Kala itu seluruh klub wajib memainkan pemain U-22 pada setiap pertandingan, dengan jumlah menit bermain tertentu, minimal 45 menit.

Aturan tersebut dibuat untuk kebutuhan menjaring para pemain muda dari kompetisi, untuk kemudian membela timnas Indonesia U-22 pada Asian Games 2018. Kebetulan, saat itu Indonesia juga menjadi tuan rumah.