“Inilah Liverpool” – Jurgen Klopp Persembahkan Kemenangan Di Anfield Yang Kosong Untuk Fans

Jurgen Klopp mempersembahkan kepada fans kemenangan telak atas Crystal Palace di Anfield yang kosong tanpa penonton.

Manajer Liverpool Jurgen Klopp menyatakan, para fans pantas mendapatkan hasil besar saat The Reds membantai Crystal Palace di lanjutan Liga Primer Inggris, Rabu malam waktu setempat.

Kemenangan yang dipetik di Anfield dalam keadaan tertutup ini membuat klub Merseyside di ambang juara untuk pertama kalinya dalam 30 tahun setelah menampilkan kedisiplinan, tekad kuat, intensitas dan kualitas dalam perjalanan mereka di liga sepanjang musim ini.

Gol-gol dari Trent Alexandre-Arnold, Mohamed Salah, Fabinho dan Sadio Mane menghadirkan tiga poin penting bagi Liverpool.

Skuad Klopp akan dinobatkan sebagai juara pada Kamis malam apabila Manchester City, tertinggal 23 poin di posisi kedua, gagal mengalahkan Chelsea di Stamford Bridge. Bagaimana pun, Klopp saat ini hanya ingin menikmati performa gemilang pasukannya saat meladeni Palace dan memberi penghormatan kepada para loyalis Liverpool.

“Kami mengerahkan banyak hal jika bukan seluruhnya, yang mana itu membantu kami ke posisi di mana kami sekarang,” tuturnya selepas pertandingan.

“Sebelum berada di tahapan ini pada musim sekarang, saya pernah mengatakan, saya ingin melihat sepakbola terbaik yang digelar secara tertutup. Saya tidak tahu apakah kami melakukan itu, tapi yang pasti kami memainkan counter-pressing terbaik di dalam stadion yang tertutup!” sambungnya.

“Sikap, passion yang kami tunjukkan luar biasa. Kami bermain cemerlang. Biasanya dalam pekerjaan, saya harus menenangkan segalanya dan mengatakan kami bisa meningkat dan kami bisa meningkat. Tapi itu bukan hal penting di laga malam ini,” katanya lagi.

Baca Juga : Pelatih Persib Bandung Robert Alberts Kaget Lihat Perilaku Orang-Orang

“Kami memperlihatkan kepada suporter respek yang pantas mereka dapatkan bahwa kami bisa bermain seperti saat mereka berada di sini sekali pun mereka tidak hadir,” ulas Klopp.

“Ya, mereka bisa mendorong kami untuk hal-hal yang luar biasa dan tanpa mereka terasa hampa. Saya tidak pernah merasa kehilangan mereka lebih besar dibandingkan yang saya dapati malam ini karena membayangkan pertandingan ini di depan 50.000 penonton, emosi yang hadir di stadion, itu akan terasa luar biasa!” jelasnya.

Klopp memastikan, dia akan menonton pertandingan City melawan Chelsea, tapi akan tetap menekankan betapa pentingnya menyapu bersih sisa laga musim ini dengan raihan positif, termasuk saat melawat ke Etihad Stadium pekan depan.

“Saya tidak akan menonton hanya demi bersiap untuk selebrasi. Tapi karena kami bermain menghadapi City sepekan kemudian,” lanjut Klopp.

“Dan kami juga akan melawan Chelsea, jadi pertandingan ini sunggu penting untuk disaksikan karena sejumlah alasan,” imbuhnya.

“apa pun yang terjadi esok, kami tidak bisa mencampuri. Tapi saya cukup yakin bahwa ketika kami menghadapi City, ini adalah pertandingan yang wajib ditonton bagi setiap fan sepakbola di planet ini. Apa pun yang diputuskan atau tidak, akan ada dua tim yang benar-benar bagus saling berhadapan, akan sangat menarik, jujur saja,” ucap Klopp.

Di kubu lain, Roy Hodgson mengakui timnya tak dapat berbuat banyak meladeni energi, ambisi dan pressing tanpa henti yang dilakukan Liverpool. Namun, Klopp tetap menghargai usaha keras Palace saat menghadapi timnya.

“Anda tidak boleh meremehkan, seberapa kuat tekad tim ini,” ujar Klopp.

“Tim ini benar-benar berkeinginan [meraih hasil positif]. Mereka ingin memenuhi harapan orang-orang yang ada di kandang mereka, sungguh. Kita semua memiliki mimpi yang sama tapi kami harus bekerja untuk menggapainya. Kami harus melalui jalan kami untuk mendapatkannya,” paparnya.

“Kami tidak boleh bermain seperti tim lain, tapi kami bisa memainkan sepakbola yang cukup bagus. Itulah yang dilakukan anak-anak didik saya,” urai Klopp.

“Pertandingan ini luar biasa. Dari berbagai sudut pandang, pertandingan ini fantastis. Inilah yang harus kita tunjukkan kepada semua orang. Inilah kami!” tandas eks pelatih Borussia Dortmund itu.